Jumat, 27 Mei 2016

Cara Mengatasi Gaya Hidup Boros (TULISAN 9)

Gaya hidup boros atasi dengan pengendalian terhadap keinginan

Gaya hidup boros sering kita temui dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana cara kita membelanjakan sesuatu, untuk memenuhi kebutuhan hidup dan keperluan lainnya, di situ akan tercermin gaya hidup kita dalam mengatur dan mengelola keuangan yang kita punya. Upaya pengendalian diri dalam berbelanja perlu kita terapkan dengan mengutamakan kebutuhan pokok dan pemenuhan kewajiban yang musti kita tunaikan terlebih dahulu diatas keperluan-keperluan lainnya. Adapun berbelanja hingga melampaui batas kebutuhan, apalagi dalam memenuhi keinginan yang melebihi pendapatan adalah gaya hidup boros.

Bagaimana cara mengendalikan gaya belanja kita agar tidak terperangkap kedalam gaya hidup boros?

Mengatasinya dengan 3 cara dibawah ini:

1. Cara Pandang Kita Terhadap Pendapatan dan Kebutuhan Hidup Kita

Berapapun nilai besarnya pendapatan (keuangan) kita, akan tidak cukup bila tidak kita atur dan kelola dengan benar. Cara pandang terhadap kebutuhan pokok dan pemenuhan keinginan tentu tidaklah sama. Misalnya, kebutuhan makan, minum, dan pakaian. Ini adalah kebutuhan pokok, namun juga bisa menjadi bagian dari gaya hidup boros apabila berlebih-lebihan dan melampaui batas yang diperlukan. Termasuk juga keinginan-keinginan yang sebenarnya tidak ataupun belum kita butuhkan. Gaya hidup boros ini tidak terjadi seketika, melainkan terbentuk dari kebiasaan kita menuruti hawa nafsu keinginan tersebut dan faktor lingkungan keluarga ataupun sekitar. Sebab dengan atau tanpa kita sadari, pada dasarnya diri kita cenderung mencontoh dan mengikuti pola hidup keluarga, teman dan lingkungan. Oleh sebab itu kita dianjurkan agar belajar mengendalikan keinginan dan selektif mimilih teman (yang tidak konsumtif), agar tidak merugikan keuangan dan tidak membahayakan hidup kita akibat gaya hidup boros.

2. Memegang Prinsip Keuangan Yang Baik Agar Tidak Mudah Terpengaruh Gaya Hidup Boros

Kalau kita sudah memegang prinsip keuangan yang baik, maka kita akan bertekad dengan segenap kemantapan hati, untuk menerapkan kesederhanaan hidup. Sehingga tidak mudah goyah oleh godaan lingkungan, dan hasutan orang-orang yang gemar berbelanja atau senang pamer barang-barang baru dan mewah. Hindari gaya hidup boros dengan selalu berhemat terhadap pengeluaran yang tidak penting. Sebab dengan berhemat berarti kita bisa mengendalikan pengeluaran yang akan menyelamatkan kita dari masalah keuangan yang tidak perlu terjadi. Selain itu, meski penghasilan kita tidak banyak tapi kita bisa menyisihkannya untuk ditabung. Jadi agar kehidupan lebih tenang dan bisa hidup dengan baik, bukan hanya soal meningkatkan penghasilan saja tetapi juga dengan pengendalian terhadap keinginan yang berlebihan dan menghindari gaya hidup boros.

3. Fokus Pada Rencana dan Harapan Di Masa Depan

Hidup kita tentu bukan hanya untuk saat ini saja. Masih banyak kebutuhan, keperluan, beberapa rencana dan harapan yang ingin kita gapai di masa depan. Untuk itu, perlu adanya kesadaran diri untuk tidak menuruti gaya hidup boros. Dari sekarang kita musti fokus pada tujuan. Ingat, fokus dan fokuslah demi terlaksananya rencana dan cita-cita di masa depan. Kalau kita ingin melanjutkan lagi pendidikan atau juga merencanakan pendidikan sampai ke jenjang yang tinggi untuk anak-anak kita kelak. Ingin memiliki rumah dan kendaraan pribadi. Ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci. Ingin membangun sebuah usaha atau perusahaan. Tentu semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Maka dari itu kita harus memikirkannya dari sekarang dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Kita juga harus fokus menerapkan hidup hemat dan gemar menabung. Ingatlah selalu, hindari gaya hidup boros.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar